FAI UMKLA Menjelajah Horizon Global: Menjalin Joint Research Strategis dengan UnIPSAS Malaysia
2 min read

FAI UMKLA Menjelajah Horizon Global: Menjalin Joint Research Strategis dengan UnIPSAS Malaysia

UMKLA 20 JUNI 2025 334 views

Kuantan, Malaysia, [20/06/2025] – Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Klaten (UMKLA) mencatatkan langkah signifikan di kancah internasional melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan kolokium ilmiah bersama Universiti Islam Pahang Sultan Ahmad Shah (UnIPSAS) Malaysia. Kunjungan ini menandai babak baru sinergi pendidikan Islam antar-bangsa, dengan fokus pada pengembangan riset kolaboratif yang berdampak bagi umat.

Rombongan FAI UMKLA, bersama delegasi dari sembilan Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) lainnya di Indonesia, disambut hangat oleh jajaran pimpinan UnIPSAS, termasuk Naib Canselor Profesor Dato’ Dr. Hj. Mohd Zawavi bin Zainal Abidin. Suasana khidmat namun penuh semangat kolaborasi menyelimuti ruang pertemuan utama kampus UnIPSAS di Kuantan, Pahang.

Dalam sambutannya, Profesor Dato’ Dr. Hj. Mohd Zawavi menegaskan bahwa kolaborasi internasional adalah sebuah keniscayaan di era global, terutama bagi institusi pendidikan Islam yang mengemban tanggung jawab besar. "Riset dan pendidikan bukan hanya untuk ilmu, tetapi untuk masyarakat. Kerja sama ini adalah langkah strategis memperkukuh penyelidikan yang berdampak dan membina ummah yang berdaya saing," ujarnya, menegaskan visi UnIPSAS.

Dekan FAI UMKLA, Bapak Muriyanto, M.Pd.I., turut menyampaikan sambutan yang penuh antusias. Beliau menggarisbawahi bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari gerakan pembaruan pendidikan Islam yang mengedepankan kolaborasi, keterbukaan, dan inovasi. "Kami percaya bahwa pendidikan Islam hari ini harus menjadi ruang kolaboratif global yang saling menguatkan, bukan hanya antara dosen dan mahasiswa, tetapi juga antarnegara, antarbudaya, dan antardisiplin ilmu," tegas Bapak Muriyanto, disambut gema persaudaraan akademik.

Riset Berdampak untuk Transformasi Umat

Agenda utama kunjungan ini adalah dialog dan sharing session hasil riset yang mengangkat tema besar “Riset Berdampak untuk Transformasi Ummah.” Forum ini menjadi ajang pertukaran ide-ide cemerlang antara para peneliti dari FAI UMKLA dan UnIPSAS.

Prof. Dr. Haeruddin Bin Mohd Ali, guru besar manajemen dan kepemimpinan UnIPSAS, memukau hadirin dengan risetnya berjudul “No Follower Are left Behind: Toward a Victories Higher Education Institutions’ Leadership.” Penelitiannya menunjukkan korelasi positif antara Islamic Workplace Spirituality (IWS) dengan Organizational Effectiveness (OE), menegaskan bahwa spiritualitas tempat kerja Islam mesti menghasilkan organisasi yang efektif dan tak meninggalkan satu pun pengikut.

Selanjutnya, Dr. Bagus Jamroji Lc dari STIT Muhammadiyah Kediri, mewakili delegasi Indonesia, mempresentasikan hasil disertasinya tentang pendidikan pesantren di Indonesia. Ia menyoroti adaptasi pesantren dalam menghadapi dinamika kebijakan pemerintah serta perubahan sosial, ilmu pengetahuan, dan teknologi.

Diskusi terbuka yang mengalir kemudian menghasilkan gagasan penting: pembentukan joint research antara FAI UMKLA dan UnIPSAS. Kolaborasi riset ini bertujuan untuk mengangkat isu-isu strategis umat Islam Asia Tenggara, seperti literasi digital Islami, dakwah digital, serta integrasi ilmu dan nilai keislaman dalam kurikulum pendidikan tinggi. Selain itu, kedua belah pihak juga sepakat untuk menyelenggarakan workshop, pelatihan, dan konferensi internasional bersama bagi dosen dan mahasiswa.

Membumikan Ilmu, Membangun Peradaban

Puncak kunjungan ditandai dengan penandatanganan MoU yang akan segera ditindaklanjuti. Kesepakatan ini mencakup pertukaran mahasiswa dan dosen, riset kolaboratif, serta penyelenggaraan seminar dan konferensi bersama. Momen bersejarah ini menegaskan bahwa kerja sama lintas batas bukan lagi angan-angan, melainkan kenyataan yang telah terjalin.

Dalam suasana santai usai acara formal, para rombongan FAI UMKLA saling bertukar cerita dan kontak, mempererat tali persaudaraan akademik yang terbangun cepat. Seorang dosen UnIPSAS menyatakan, "Kegiatan ini membuka mata saya bahwa saudara kita di Indonesia pun memiliki semangat riset dan inovasi yang tinggi." Senada, dosen FAI UMKLA mengungkapkan, "Hari ini saya tidak hanya menambah ilmu, tetapi juga menambah saudara. Semoga kerja sama ini terus berlanjut dan memberi manfaat bagi banyak orang."

Kunjungan akademik ini menjadi jendela menuju masa depan pendidikan Islam yang inklusif dan kolaboratif. Dari Kuantan, FAI UMKLA membawa pulang gagasan besar: bahwa ilmu harus dibumikan dalam realitas sosial, dan bahwa pendidikan Islam memiliki wajah global yang berakar kuat pada nilai-nilai lokal. Sebagaimana pesan inti yang mengemuka dari kolokium tersebut: "Masjid bukan sekadar bangunan, tapi fondasi peradaban. Mari kita hidupkan kembali Masjid Nabawi di tanah kita masing-masing."