FAI UMKLA Menjelajahi Simbiosis 'Humanity & Technology': Membuka Peluang Joint Research dengan UMPSA Malaysia
Kuantan, Malaysia, 16 Juni 2025 – Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Klaten (UMKLA) semakin mengukuhkan posisinya di kancah internasional. Dalam agenda Rihlah Akademik, delegasi FAI UMKLA yang dipimpin oleh Dekan Bapak Muriyanto, M.Pd.I., sukses menjalin kontak awal untuk kolaborasi strategis dengan Universiti Malaysia Pahang Al-Sultan Abdullah (UMPSA), sebuah universitas terkemuka di bidang teknologi.
Kunjungan ini, yang merupakan bagian dari rangkaian preliminary study ke Malaysia, disambut hangat oleh jajaran pimpinan UMPSA. Suasana pertemuan yang penuh keramahan di kampus utama UMPSA di Kuantan menjadi awal diskusi substantif mengenai potensi sinergi antara keunggulan teknologi UMPSA dengan fokus kajian Islam dan humaniora FAI UMKLA.
Pihak UMPSA, yang dikenal sebagai universitas unggul dalam teknologi di Malaysia, memaparkan fokus mereka pada inovasi dan riset interdisipliner di bidang teknologi industri, rekayasa digital, kecerdasan buatan (AI), dan pembangunan berkelanjutan. Mereka menunjukkan komitmen kuat untuk mengintegrasikan teknologi dengan nilai-nilai kemanusiaan, sebuah visi yang sangat relevan dengan orientasi akademik FAI UMKLA.
"Kami percaya bahwa teknologi tidak hanya menjadi alat produktif, tetapi juga bagian dari solusi peradaban yang menjunjung tinggi nilai-nilai etika, budaya, dan kemanusiaan," ujar perwakilan UMPSA. Inilah titik temu yang krusial, di mana FAI UMKLA selama ini juga merumuskan pendekatan pendidikan Islam yang adaptif terhadap tantangan zaman, termasuk perkembangan kecerdasan buatan.
Wacana kolaborasi yang mengemuka dalam pertemuan ini meliputi pengembangan program joint research, pertukaran dosen dan mahasiswa, hingga penyelenggaraan seminar dan konferensi internasional bersama. UMPSA memiliki pusat-pusat riset unggulan seperti Centre for Human Sciences and Technology Integration dan Centre of Excellence for Artificial Intelligence and Big Data yang membuka peluang besar bagi civitas akademika FAI UMKLA untuk terlibat dalam riset lintas disiplin, khususnya dalam kajian Islam dan kemanusiaan di era digital.
Pertemuan yang berlangsung profesional ini ditutup dengan rencana tindak lanjut berupa penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan Memorandum of Agreement (MoA) dalam waktu dekat. Dekan FAI UMKLA, Bapak Muriyanto, menyambut baik respons positif dari UMPSA dan menyatakan kesiapan FAI UMKLA untuk memfasilitasi kerja sama yang menghasilkan kontribusi ilmiah dan sosial yang nyata.
Panggung Internasional untuk Riset FAI UMKLA
Lebih lanjut, seluruh delegasi FAI UMKLA dan sembilan perguruan tinggi lainnya secara langsung diundang untuk menjadi partisipan dalam ajang ilmiah bergengsi: 3rd International Conference on Human Science & Civilisation pada 9–10 September 2025 di Grand Darul Makmur Hotel, Kuantan, Pahang, Malaysia. Konferensi ini akan mengusung tema besar "Humanity in the Era of Artificial Intelligence (AI): Preserving Values, Ethics and Culture Identity."
Konferensi ini menjadi wadah diskusi penting tentang bagaimana peradaban manusia menghadapi revolusi digital masif, dengan subtema relevan seperti Humanities, Islamic Studies, History and Civilisation, Psychology, Human Rights, Language, dan Education. FAI UMKLA memiliki relevansi kuat dengan fokus kajian ini, terutama dalam bidang Pendidikan Agama Islam, Pendidikan Madrasah, dan Ekonomi Syariah. Pihak UMPSA bahkan memberikan ruang khusus bagi perwakilan PTM dari Indonesia untuk menjadi pembicara dalam sesi panel tematik, sebuah pengakuan atas kontribusi keilmuan dari kawasan Asia Tenggara.
Partisipasi dalam konferensi ini akan menjadi tonggak penting dalam upaya internasionalisasi akademik FAI UMKLA, sekaligus ajang memperkenalkan perspektif keislaman Indonesia yang moderat, inklusif, dan berwawasan peradaban kepada komunitas ilmiah global. FAI UMKLA juga berkesempatan untuk mempublikasikan hasil riset dosen dan mahasiswa di jurnal-jurnal ilmiah internasional bereputasi yang bermitra dengan konferensi.
Kunjungan ke UMPSA secara keseluruhan tidak hanya memberikan wawasan baru tentang potensi kolaborasi lintas negara dan disiplin, tetapi juga memperkaya narasi internasionalisasi pendidikan tinggi berbasis nilai-nilai Islam. FAI UMKLA menunjukkan bahwa meskipun berasal dari institusi berbasis keagamaan, ia memiliki visi global dan kesiapan untuk berkontribusi dalam wacana keilmuan modern. Ini adalah langkah strategis yang menandai kemajuan FAI UMKLA menuju kampus yang tidak hanya unggul secara lokal, tetapi juga diakui di tingkat global.