Menghidupkan Tradisi Literasi: PK IMM Syafi’i Ma’arif Sukses Gelar Workshop Kepenulisan
2 min read

Menghidupkan Tradisi Literasi: PK IMM Syafi’i Ma’arif Sukses Gelar Workshop Kepenulisan

Kemahasiswaan 1 AGUSTUS 2026 32 views

Oleh: IMMawan Fatah Abdillah (Anggota Bidang KPK)

UMKLA, Klaten – Menulis merupakan aktivitas mulia yang mampu merefleksikan pikiran, pengalaman, serta dinamika kehidupan sehari-hari. Menuangkan gagasan menjadi sebuah ide aplikatif adalah langkah nyata bagi kita yang mau dan berani membenahi diri sebagai manusia.

Langkah nyata inilah yang diwujudkan melalui kegiatan Workshop Kepenulisan oleh Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PK IMM) Syafi’i Ma’arif. Kegiatan ini berlangsung pada Sabtu, 25 Juli 2026, bertempat di Ruang Kelas Lantai 2 Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Klaten (UMKLA). Agenda ini menjadi bagian dari upaya masif kader IMM dalam menghidupkan tradisi gerakan yang berlandaskan pada nilai intelektualitas, religiusitas, dan humanitas.

Workshop ini dihadiri oleh 22 peserta yang antusias. Menariknya, peserta tidak hanya berasal dari internal UMKLA, tetapi juga dihadiri oleh mahasiswa dari berbagai kampus ternama seperti UGM, UNS, Poltekkes Kemenkes Semarang, dan Universitas Negeri Malang.

Guna membedah tuntas materi kepenulisan, panitia menghadirkan narasumber berkompeten, yaitu Ibu Rini Arbaniyah, S.Fil.I., M.Pd. Beliau merupakan dosen FAI UMKLA yang telah berpengalaman menulis dan menerbitkan lebih dari 10 buku.

Dalam pemaparannya, Ibu Rini menekankan pentingnya menyusun sebuah karya dengan etika penulisan yang baik dan benar. Menurutnya, menulis sebuah cerita bukan sekadar menyampaikan gagasan atau pengalaman pribadi. Lebih dari itu, menulis bertujuan untuk menginspirasi pembaca, meningkatkan motivasi, serta menyebarkan semangat kebaikan demi pengembangan diri yang lebih baik dari hari ke hari.

[Masukkan Foto Kegiatan di Sini]

Rangkaian acara berjalan dengan interaktif dan dinamis, dimulai dari pembukaan, penyampaian materi, sesi tanya jawab, quiz game singkat, praktik menulis (silent writing), hingga penyampaian satu cerita singkat perwakilan dari peserta.

Para peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi sepanjang acara. Suasana belajar terasa menyenangkan karena di sela-sela pemaparan materi, narasumber menyelipkan sesi ice breaking dan permainan edukatif. Hal ini berhasil menjaga fokus peserta agar tidak merasa lelah maupun mengantuk selama kegiatan berlangsung. Di akhir sesi, pemateri juga memberikan motivasi dan kutipan pembakar semangat bagi para penulis pemula agar konsisten berkarya.

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi pemantik awal bagi para mahasiswa untuk lebih produktif dalam melahirkan karya tulis yang solutif dan mencerahkan bagi masyarakat luas.